Perbedaan Game Developer dan Game Publisher


Perkembangan game di Indonesia terbilang tinggi di tahun 2015 kemarin. Terbukti dengan banyaknya game yang dimainkan dan banyaknya event event yang membahas seputar perkembangan game itu sendiri.

Selama kita bermain game, pernahkah kita memikirkan bagaimana game itu dibuat. Apakah itu oleh programmer kah, designer kah, atau sebuah perusahaan. Seperti nama-nama seperti SquareEnic, Valve, EA atau BioWare. Walau semuanya perusahaan di bidang game, tetapi belum tentu perusahaan itu yang membuat game yang kita mainkan. Kali ini ada penjelasan seputar game developer dan game publisher.
  • Game Developer

Developer adalah studio atau tim yang membuat sebuah game secara teknis, mulai dari ide atau konsep, game design, art, programming, sampai SFX atau musiknya.Walaupun umumnya kalah terkenal dibanding publisher, ada beberapa developer yang lebih dikenal dari publishernya, misalnya BioWare, walau game mereka sekarang dipublish oleh EA, umumnya orang tahu itu game buatan BioWare.Di Indonesia, jumlah game developer belum terlalu banyak, dan masih banyak yang belum dikenal di Indonesia sendiri. Beberapa game developer Indonesia diantaranya Agate Studio, Menara Games, Toge Productions, dan lain-lain.
  • Game Publisher


Publisher adalah perusahaan yang menjual sebuah game, dan biasanya memiliki hak atas game tersebut, misalnya Activision yang memiliki hak cipta untuk Call of Duty. Selain menjual game secara fisik (via GameStop) atau secara digital (via Steam atau AppStore), publisher juga bertanggung jawab mulai dari pendanaan development game, sampai promosi game tersebut.Rata-rata publisher lebih terkenal daripada game developer, misalnya untuk franchiseCoD, nama Activision lebih dikenal daripada Infinity Ward (CoD:Modern Warfare 2) atau Treyarch (CoD:Black Ops). Contoh lain misalnya Bethesda Softworks yang mempublish Fallout: New Vegas lebih dikenal dari Obsidian Entertainment, developernya.Di Indonesia, sebagian besar game publisher memilih untuk memasukkan game luar negeri, misalnya dari Korea, dibanding mendanai pembuatan sebuah game baru. Contoh game publisher di Indonesia diantaranya Lyto, Megaxus, Gemscool, dan lain-lain.

Sebagian publiser memiliki tim developer internalnya sendiri, seperti Nitendo yang memiliki tim EAD yang khusus membuat game trademark Nitendo seperti Mario, Zelda dan lain-lian. Tapi sebaliknya, ada juga developer yang mempublish game mereka sendiri, seperti Rovio, developer Angry Birds, yang awalnya dipublish oleh Chillingo. Nah setelah tahu perbedaanya tentu kita akan lebih teliti tentunya dalam menentukan apa itu game developer dan game publisher.

Sumber :
http://blog.agatestudio.com/tag/game-publisher/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Kependudukan Yang Terjadi di Indonesia

Pengertian, Sejarah dan Perkembangan Web