Pengaruh Tingginya Kepadatan Penduduk Terhadap Kemacetan Lalu Lintas

#MacetEverywhere

Macet? Cek slogan dibawah: 

" Macet ada dimana saja dia bisa terjadi bukan hanya ada niat pelaku, tetapi juga ada kesempatan. Jadi waspadalah! waspadalah! waspadalah!"

Benar itu statement bang Napi yang dulu pernah tampil di tv kita, tapi direvisi jadi tentang macet. Macet adalah hal yang biasa kita temui sehari hari yang kita temui. Hal ini terjadi tidak hanya di kota kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya. Tetapi sudah terjadi sampai pelosok daerah kemacetan ini. Dilingkungan saya di Bekasi, setiap pagi hari jalan sangat macet apalagi sebelum jam 07:00. Dimana jam anak anak sekolah, tambah macet pula jalan. Baru keluar perumahan pun sudah dihadapkan dengan kemacetan. Berikut ini adalah penyebab kemacetan yang ada hubungan dengan kependudukan pastinya. Dibawah ini adalah salah satu penyebab terjadinya kemacetan yang ada disekitar kita.

#Tingginya kepadatan penduduk



Penyebabnya pertama adalah tingginya kepadatan penduduk. Bisa dilihat kan gambar diatas, digambar tuh orang pada antri bus transjakarta. Padetnya gak ketolong, padahal niatnya baik untuk mengurangi kemacetan dengan naik umum. Tapi malah jadi desak desakan gitu. Untuk kepadatan penduduk jumlah penduduk Indonesia sangat fantastis dimana jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326 (www.bps.go.id). Jumlah yang mengejutkan bukan, makin sempit aja kalo pertumbuhan penduduk tidak terkendali gini. Masalah seputar kependudukan pun terjadi khususnya yang kita bahas ini "Kemacetan".

#Penyebaran penduduk yang tidak merata





Kemudian penyebaran penduduk yang tidak merata, yah benar tidak merata. Seperti gambar diatas bisa dilihat disisi lain ada gedung gedung pencakar langit dengan kokohnya berdidi. Disisi lainya banyak pemukiman kumuh dan tidak tertata. Selain itu ada satu jalan utama dekat rumah saya yang menjadi jalan utama apabila ingin berpergian, banyak perumahan berdiri disekitar jalan tersebut. Tanpa menghiraukan jalan tersebut,jalanya memang tidak terlalu luas, tapi kalau banyak pemukiman baru disekitarnya otomatis jalan akan menjadi padat. Apalagi pada jam jam sibuk, seperti jam berangkat kerja, jam anak sekolah berangkat, jam pulang kerja.

#Pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak terkendali



Selain itu pun pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak terkendali, lihat gambar diatas. Itu pada berpergian apa nonton konser yah, padat gitu soalnya. Bayang kan satu rumah ada yang mempunyai 1 lebih kendaraan bermotor. Saya pun tidak luput dari hal tersebut, memang kebutuhan akan kendaraan tersebut dibutuhkan. Tetapi apabila kendaraan umum sudah memadai dan layak, kenapa enggak untuk menggunakan kendaraan umum. Pemikiran orang jaman sekarang kan ingin murah dan tidak mau ribet. Seperti naik kendaraan umum ribet naik turun berganti kendaraan, berdesak desakan. Makanya orang lebih memilih kendaraan pribadi yang lebih nyaman.

#Hal hal lain . . . 

Dan juga banyak hal sepele dijalan yang pastinya kalian pernah alami, seperti truk besar mogok lah, ada insiden di jalan, ada yang tersenggol kendaraanya lalu cekcok sampai menyebabkan kemacetan lah, hal tersebut memang tidak bisa disalahkan pula. Tapi setidaknya kita sebagai pengendara harus berbagi dengan pengendara lain, karena jalan toh bukan punya kita sendiri tapi untuk umum.

Ternyata macet ini tidak selalu berdampak negatif kok, ada beberapa contoh yang menunjukan ada sisi positifnya. Seperti menambah lapangan pekerjaan untuk orang yang berjualan di lampu merah/ kemacetan seperti berjualan handuk, berjualan minuman. Memang terkadang mengganggu karena menambah kemacetan tapi sisi lain hal itu membantu bagi yang membutuhkan jasanya.

Di sisi negatifnya pun banyak, karena penduduk padat otomatis didaerah tertentu pasti terjadi kemacetan. Waktu banyak terbuang karena macet, dijalan gatot subroto saja coba. Kalau pagi diwaktu biasa bisa ditempuh dalam waktu 1 jam karena macet bisa mencapai 2 jam. Macetnya ini pun disebabkan karena banyaknya jumlah kendaraan yang melalui jalan tersebut. Selain waktu yang terbuang, uang pun juga terbuang. Bayangkan jumlah bahan bakar yang terbuang saat kita berhenti dikemacetan dikarenakan kendaraan motor menyala. Itu bisa membuat bahan bakar terbuang percuma.

#Kesimpulan

Jadi kemacetan memang kepadatan penduduk berdampak terhadap kemacetan di suatu daerah, apabila daerah tersebut sudah tau padat dan jalanya macet. Toh kita kenapa tidak berjalan kaki/ naik umum apabila bisa. Setidaknya untuk mengurangi kemacetan tersebut, juga penyebaran penduduk harus lebih diperhatikan apabila ingin menempati suatu tempat. Jangan bilang tidak mau macet kalau kita tinggal di perkotaan, kalo mau lenggang bisa tinggal di desa/ pemukiman yang jarang penduduknya.

#Referensi 

Sumber data kependudukan didapat dari http://bps.go.id/.
Sumber gambar diolah dari berbagai sumber di internet.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Kependudukan Yang Terjadi di Indonesia

Sorting dan Searhing