Membuat Host Table di Cisco


Intro:

Membuat Host Table di Cisco ini bertujuan untuk menetapkan nama-nama yang umum digunakan dalam IP address, sehingga akan membantu dalam pemecahan masalah atau membuat kita lebih mudah jika kita menguji banyak host dengan ping.

Langkah:

1. Pastikan router yang akan digunakan dalam keadaan hidup dan terhubung antar router tersebut, jadi kita tinggal mengkonfigurasinya saja.

2. Lalu kita akan konfigurasi ip address pada masing masing router.

Pertama kita konfigurasi ip address pada Router A:
Pertama berikan ip address ke interfaces fastEthernet 0/0, dengan perintah:

Router>en
Router#conf
Router#configure t
Router#configure terminal Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 202.80.10.1 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#exit 

Lalu berikan ip address ke interfaces fastEthernet 0/1, dengan perintah:


Router>en
Router#conf
Router#configure t
Router#configure terminal 
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#exit 

Lalu konfigurasi ip address pada Router B:
Pertama berikan ip address ke interfaces fastEthernet 0/0, dengan perintah:

Router>en
Router#conf
Router#configure t
Router#configure terminal Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 202.80.10.2 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#exit 

Setelah itu berikan ip address ke interfaces fastEthernet 0/1, dengan perintah:

Router>en
Router#conf
Router#configure t
Router#configure terminal 
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#exit 


3. Konfigurasi hostname pada Router A dan Router B

Pada Router A kita akan mengubah hostnamenya menjadi Jakarta

Router#conf
Router#configure terminal 
Router(config)#hostname Jakarta
Jakarta(config)#

Lalu Router B ubah hostnamenya menjadi Bandung

Router#conf
Router#configure terminal 
Router(config)#hostname Bandung
Bandung(config)#

4. Daftarkan host pada host table agar host dapat di ping nantinya

Pertama kita daftarkan host Bandung pada router Jakarta

Jakarta(config)#
Jakarta(config)#ip host Bandung 202.80.10.2

Lalu daftarkan host Jakarta pada router Bandung

Bandung(config)#
Bandung(config)#ip host Jakarta 202.80.10.1

5. Lalu coba test ping dari masing-masing router

Jakarta(config)#exit
Jakarta#ping Bandung

Bandung(config)#exit
Bandung#ping Jakarta

Apabila reply maka berhasil, selamat!!!!

Kesimpulan:

Membuat host table di router ini memudahkan kita dalam melakukan test jaringan, khususnya apabila banyak router yang harus di ping. Demikian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Kependudukan Yang Terjadi di Indonesia

Pengertian, Sejarah dan Perkembangan Web